Gagal Berkembang, atau Gagal Melihat? Reference: https://health.spectator.co.uk/failure-to-thrive-or-a-failure-to-look/

Usia lanjut adalah bidang penyelidikan. Untuk memecahkan teka-teki medis, dokter harus menjadi detektif, mencari tahu efek penyebab yang tumpang tindih yang meliputi kondisi kronis, cedera akut, faktor sosial, dan proses normal penuaan. Ini adalah tantangan yang menguji kesabaran banyak dokter; jumlah geriatri di Amerika Serikat, yang sekarang hanya sedikit lebih dari 7.000, telah mengalami penurunan sejak 2017. Dengan menyamar sebagai diagnosis, istilah “gagal tumbuh” memotong proses penyelidikan tersebut secara tiba-tiba, menutup penyelidikan sebelum dokter bisa menentukan penyebab sebenarnya, kata Dr. Clara Tsui, seorang geriatri di St. Paul’s Hospital di Vancouver, British Columbia. — Ini bukan diagnosis sama sekali.”

Dr. Martha Spencer, seorang geriatri dan kolega Dr. Tsui di St. Paul’s, menyebut frasa tersebut samar, merendahkan, dan ageis. “Saya bingung mengapa frasa ini difungsikan begitu lama,” ujarnya. Pada tahun 2020, Dr. Spencer dan Dr. Tsui memimpin sebuah penelitian yang menemukan bahwa pasien lanjut usia yang diberi label “gagal tumbuh” menunggu waktu lama untuk dirawat di rumah sakit. Setelah dirawat, pasien ini mengalami masa tinggal di rumah sakit yang lebih lama, yang diketahui meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi lainnya. Pemulangan, sebagian besar dari mereka — 88 persen — telah menerima diagnosis spesifik, seperti gagal ginjal atau dehidrasi parah. Dengan kata lain, para penulis menyimpulkan, label “gagal” cenderung menyamarkan penyakit yang dapat diobati, sambil memberatkan pasien dengan penundaan yang tidak perlu dalam perawatan mereka. Diagnosis “gagal” bisa menjadi sebuah ramalan yang terwujud sendiri, membuat dokter berasumsi bahwa mereka hanya seorang pasien lanjut usia lainnya dalam jalan menuju penurunan yang tak terelakkan. (Demikian pula, peneliti telah menemukan bahwa “akopi,” sedikit istilah kedokteran yang artinya secara harfiah “tidak mampu” dan masih terkadang digunakan di Inggris dan Australia, seringkali membuat dokter melewatkan penyakit akut.)