film zero

Film Zero sejatinya telah gagal di bollywood. Secara resmi film yang digawangi Shahrukh Khan menambah kegagalan trio khan pada tahun 2018. Dimulai dengan Salman Khan, Aamir Khan dan kini Shahrukh Khan dengan film Zero.

Film Zero ini masih layak ditonton berkat nama dan ketenaran Shahrukh Khan. Sebagai selebriti yang telah berkarir lebih dari seperempat abad, Shahrukh Khan memiliki kemampuan akting yang cukup bagus dan layak untuk disegani.

Sebelum menonton film ini, ada baiknya membaca artikel berikut :

Review, Ulasan Film Zero

film bollywood zero diputar di tiongkok

Film Zero mengisahkan tentang kisah cinta yang sempurna dari dua orang yang tidak sempurna. Meskipun peran protagonis dari film ini adalah kerdil tetapi lebih dari cacat fisik individunya.

Zero (nol) bisa menjadi rendah, bisa pula menjadi tinggi. Seperti karakter karakter di film ini. Babita kumari (Katrina kaif) dia aktris yang naik daun laksana bintang dilangit, dipuja puji jutaan fans, tetapi dia zero (nol) dalam urusan cinta, laki-laki yang dicintainya berhubungan dengan perempuan lain.

Baua (Shahrukh Khan) dia memiliki fisik zero, bertambahnya usia tak akan menambah angka tinggi badannya yang kerdil. Seperti dialognya “Saya ini burung perkutut, dan selamanya perkutut,” tapi dia ingin melakukan sesuatu dalam hidupnya, Jika tidak bisa berguna untuk orang yang dicintainya, setidaknya dia bisa berguna untuk negaranya.

Afia (Anushka sharma) dia zero fisiknya, penyandang disabilitas yang untuk meraih bolpoin yang jatuh saja dia sangat kesulitan, seperti dialognya “sekarang atau 25 tahun kemudian aku akan tetap seperti ini,” berada di posisi zero diatas kursi rodanya. Tetapi dia punya otak yang akan membuat orang meluncur mencapai angka tertinggi.

Baca juga :
Aktor top Bollywood 2018
Review dan Sinopsis film Raazi
Paling Baper jika Shahrukh Khan bicara Cinta

Apakah sepatutnya kita baper terhadap cinta ?

Ketiga karakter diatas ibarat titik zero sumbu X & Y yang saat melangkah bisa menuju koordinat positif, bisa juga menuju koordinat negatif, karena mereka manusia biasa, seperti kita. Mereka bisa menenangkan, membuat kedamaian disekelilingnya. Bisa juga mengoyakkan, menyakiti dirinya sendiri, bahkan menyakiti orang lain, karena logikanya manusia memiliki nafsu.

Shahrukh Khan masih tetap bagus performanya, aktingnya berhasil membuat kita merasa benci pada Baua. Dia berusaha menjadi baik di penghujung film untuk mendapat empati dari penonton dan juga Afia.

Apakah aktingnya berhasil membuat penonton dan Afia yang terlanjur membencinya mau memaafkannya ? Anushka Sharma layak dinominasikan sebagai Best Actress. Dari awal saat Baua mengejek kelumpuhannya dan menantang memungut bolpain yang jatuh sudah bikin merinding. Cara dia menggerakkan tangan dan dia berbicara seolah dia sungguh penyandang disabilitas.

Katrina kaif, peran yang cocok untuknya. Glamour tapi rapuh. Lihat bagaimana saat dia memerdekakan dirinya dengan marah besar dan mengusir Baua, kita mengacungi jempol bahwa ya.. Babita layak marah, Babita layak merdeka, sudah cukup Babita berteman tangis dan alkohol.

Lagu di film Zero ini mendukung isi cerita. Mera Naam ka sangat menawan. tak kalah menawan saat aktris2 no 1 berkumpul dalam 1 adegan. Rani mukherji yang bergandengan dengan Kajol, Alia bhat yg lucu dengan HPnya yg hendak merekam bintang jatuh, pengantin baru Deepika.

Film Zero bukanlah cerita cinta ala ala negeri dongeng. Tetapi cerita tentang karakter karakter manusia yang hidup di bumi dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Sinopsis Film Bollywood Zero

Bauua Singh (Shahrukh Khan) adalah seorang pria kerdil yang berusia 38 tahun. Bertempat tinggal di Meerut, Bauua merasa kesulitan menemukan pasangan untuk menikah. Setelah menggunakan agen perkawinan dengan sedikit keberuntungan, ia akhirnya menemukan temannya di Aafia Yusufzai Bhinder (Anushka Sharma), seorang ilmuwan NSAR yang mengidap cerebral palsy.

Hari demi hari akhirnya keduanya jatuh cinta satu sama lain, tetapi Bauua mencampakkannya setelah lima bulan. Aafia datang mencarinya, dan orang tua Bauua berusaha memperbaiki hubungan mereka.

Menjelang hari pernikahan mereka, teman Bauua, Guddu (Mohammed Zeeshan Ayyub) memberitahunya bahwa ia terpilih untuk mengikuti lomba dansa. Pemenangnya mendapat kesempatan untuk bertemu Babita Kumari (Katrina Kaif), seorang aktris Bollywood. Bauua melarikan diri dari pernikahan setelah bertengkar dengan Afia dan pergi ke perlombaan tersebut.

Bauua berhasil menang dan bertemu Babita di sebuah pesta, ditemani oleh aktor Bollywood terkenal lainnya.

Babita menawarinya pekerjaan setelah ia menunjukkan kemampuan untuk menebak apa yang ada dalam pikiran orang dengan mengamati mereka. Bauua setuju bekerja dengan Babita.

Dia menemani Babita datang ke acara penghargaan, membantu memperbaiki hubungan Babita dengan pacarnya Aditya Kapoor (Abhay Deol), yang sebelumnya berselingkuh.

Kisah cinta segitiakah ?

Bauua memberi tahu Babita tentang Aafia dan kemudian menyadari kesalahannya dan ingin berdamai dengan Aafia. Babita bertengkar dengan Bauua di sebuah pesta setelah itu Babita mengusirnya.

Bauua dan Guddu melakukan perjalanan ke New York, di mana Aafia menghadiri seminar. Bauaa menutup seminar untuk bertemu dengannya, tetapi Aafia menolak untuk menemuinya.

Ayah Aafia mengatakan kepadanya bahwa Aafia mengandung anak Bauua, karena itu dia ingin dia menikahinya sejak awal. Bauua yang patah hati meninggalkan kota dan juga memutuskan untuk mencoba peruntungannya sekali lagi yaitu menjadi Astronot.

Bauua mendaftar dalam program sukarelawan manusia untuk dikirim ke Mars dengan roket. Setelah pelatihan yang melelahkan dan mendapatkan bantuan dari salah satu pelamar, Bauaa terpilih, sementara Guddu ditolak karena ketidak sempurnaan penglihatannya.

Saat hari peluncuran roket yang menegangkan, Aafia, yang seharusnya menikahi Srinivasan (R. Madhavan), seorang rekan ilmuwan dan rekan Aafia, meninggalkannya, dan dia mencapai NSAR beberapa detik sebelum peluncuran Bauua. Bauua meyakinkannya bahwa dia selalu mencintainya, tepat sebelum roket lepas landas.

Peluncuran disaksikan oleh Aafia, Guddu dan Srinivasan, bersama dengan Babita dan keluarga Bauua melalui siaran televisi. Roket itu meluncur ke luar angkasa, berhasil.

Melihat ending yang seperti ini seperti : Bauua selamat, roket terlepas, Aafia bersedia menikahi temannya atau tidak terlepas dari itu semua petunjuk yang ada membuat kita merasa bahwa film ini bakal ada lanjutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.