taare zameen par

Dunia pendidikan tidak terlepas dari peranan para guru yang menjadi panutan bagi muridnya. Semakin baik kualitas dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh seorang guru, maka semakin baik pula kualitas peserta didiknya tersebut. Selain itu, para gurupun juga dituntut untuk dapat mengenal dan memahami berbagai macam karakteristik peserta didiknya yang ada di sekolah.

Namun, apa jadinya jika seorang guru dihadapkan pada murid yang memiliki karakteristik yang lebih istimewa dari biasanya? Beberapa guru mungkin akan menganggap hal itu sebagai ancaman, dan sebagian besar yang lainnya pun juga akan memandang hal ini sebagai tantangan. Film Taare Zameen Par ini bisa jadi film yang dapat menginspirasi Anda dalam mengajar.

Adalah Ishaan (Darsheel Safary), siswa kelas 3 sekolah dasar yang memiliki kesulitan dalam belajar serta dalam berbagai macam kegiatan akademik disekolahnya. Beberapa kesulitan tersebut diantaranya adalah kesulitan dalam hal menulis dan membaca. Namun, ada hal yang menarik dari diri Ishaan, yaitu imajinasinya. Ishaan selalu melihat dunia dengan cara pandangnya tersendiri. Meski begitu, tidak banyak orang, baik teman, guru, maupun orang-orang disekitarnya yang dapat memahami tentang dunia Ishaan. Sebagian besar masih menganggap bahwa Ishaan adalah seorang murid yang selalu mendapatkan nilai jelek dalam ujian, murid yang tidak bisa membaca dan menulis, murid yang suka melamun sendiri, murid yang suka menyendiri, pemalas, nakal, sering membolos sekolah, bahkan seorang murid yang idiot dan berkebutuhan khusus. Tentu saja, itu tidaklah adil bagi Ishaan.

Singkat cerita, akhirnya, ada beberapa hal yang dirasa orang tua Ishaan perlu dilakukan untuk mendorong perkembangan baik psikis maupun psikomotorik bagi Ishaan. Orang tua Ishaan memutuskan untuk memindahkan Ishaan pada sekolah lain yang berasrama. Ishaan yang memiliki kakak yang jauh lebih pandai dan berprestasi dari dirinya tersebut, akhirnya harus merasakan sistem pendidikan sekolah berasrama baru yang sama sekali belum pernah dirasakan oleh Ishaan. Sekolah baru tersebut sangatlah berbeda dengan sekolah Ishaan terdahulu. Disana, Ishaan dididik secara tegas dengan disiplin penuh, dengan harapan Ishaan dapat mengejar ketinggalannya tersebut. Namun, bukan nilai ujian yang tambah baik yang didapatkannya. Ishaanpun pada akhirnya mengalami depresi karena tidak kuat dan merasa sedih ketika harus berada dalam sekolah barunya tersebut dan jauh dari keluarga dirumah.

Sampai akhirnya, Ishaan bertemu dengan seorang guru baru yang bernama Ram Shankar Nikumbh yang diperankan oleh Aamir Khan, yang bisa dan mau mendalami karakteristik dari Ishaan itu sendiri. Pertama kali Ram bertemu dengan Ishaan, dia mulai tertarik dan memiliki keinginan untuk mengenal dan memahami karakter Ishaan lebih dalam. Dan disitulah Ram mulai melatih secara perlahan untuk membaca, menulis, melukis serta menghitung dengan cara dan metode yang sama sekali berbeda dengan guru kebanyakan. Cara yang paling dianggap efektif itu salah satunya adalah dengan cara menaiki dan menuruni tangga sambil melakukan 4 kegiatan belajar tersebut. Beberapa metode lain juga diterapkan, yaitu dengan cara memberikan waktu yang tidak terbatas pada Ishaan untuk dapat berkarya (melukis) dengan caranya sendiri. Dan hasilnya pun, termasuk ketika Ishaan mengikuti suatu perlombaan melukis, sangat memuaskan dan membanggakan, sehingga membuat kedua orang tua dan orang-orang disekitarnya merasa bangga terhadap Ishaan. Hal ini juga dikarenakan karena Ishaan memiliki tingkat imajinasi yang tinggi dalam berkarya. Dan seiring dengan keberhasilannya tersebut, Ishaanpun merasa nyaman dalam belajar, dan diapun dapat menemukan caranya sendiri untuk dapat belajar membaca, menulis, dan kegiatan belajar yang lainnya yang dapat mengantarkan Ishaan untuk dapat berprestasi seperti kakaknya tersebut.

taare zameen par

Pesan moral yang dapat diambil dalam film ini adalah ketika seorang guru merasa mengajar adalah suatu kewajiban, maka hal yang mungkin muncul adalah kondisi dimana para gurupun hanya melaksanakan kewajibannya untuk mengajar, tanpa memperhatikan kondisi yang dialami oleh muridnya yang mungkin membutuhkan perhatian khusus di dalam kelas, sehingga hasil yang didapatkan pun tidak sebanding dengan yang diharapkan bersama. Namun, apabila seorang guru menganggap hal tersebut sebagai tantangan, maka akan ada hal-hal baik yang dapat ditemui dan diciptakan dalam rangka memperbaiki sistem pendidikan yang selama ini dianggap kurang efektif dalam mengajar. Akhir kata, setiap guru berhak dan berkewajiban atas peserta didiknya, atas segala sesuatu yang terbaik untuk masa depan mereka yang lebih cerah. Semoga!

*kikylaurens

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.