Paurashpur adalah film India web series pertama yang saya tonton di tahun 2021. Alasan nonton film Paurashpur sih karena 2 aktor ternama ada disini Milind Soman dan Shaheer Sheikh, walau rada kecewa ternyata Shaheer cuma cameo, dari total durasi film 2 jam 22 menit, penampilan Shaheer paling cuma 5 menit, tapi penampilan Shaheer cukup fresh di ending, seolah menjadi penghubung untuk film keduanya nanti (jika dibuat kelanjutannya.. tergantung animo penonton juga sih ratingnya bagaimana).

Erotis dan Sadis. Dua kata itu cukup menggambarkan Paurashpur.

Paurashpur berkisah tentang Raja Bardha Pratap Singh (Annu Kapoor) yang kejam, dia menjadikan perempuan sebagai budak seks. Dia tak pernah puas dan selalu ingin menikahi perempuan muda, bahkan kekasih pangeran Ranveer (Aditya Lal) yang bernama Kala (Poulomi Polo Das) direbut dan dinikahi raja.

Perempuan-perempuan yang dinikahinya haruslah perawan. Jika diketahui tidak perawan, atau melawan pada Raja, maka perempuan itu akan mendapatkan penyiksaan bahkan hukuman mati. Boris (Milind Soman) yang biasanya menyelinap ke dalam istana menolong perempuan-perempuan yang akan dihukum mati.

Ratu Meeravati (Shilpa Sinde) adalah ratu kesayangan raja yang menyediakan perempuan-perempuan muda untuk Raja. Perempuan muda di Paurashpur diwajibkan menggunakan sabuk kesucian (dimana mereka menggunakan celana dalam bersabuk yang digembok dengan kunci).

Putri Kusumlata memilih menjadi lesbi dan pacaran dengan dayang perempuannya agar dirinya tetap perawan, khawatir dihukum Raja. Pangeran Aditya (Anant Joshi) benci dengan Raja dan ingin membunuh raja karena kekejamannya pada perempuan. Hal ini menyebabkan Aditya memilih menjadi gay dan berpacaran dengan Bhanu (Sahil Salathiya).

Trending :
10 artis bollywood paling produktif 2020
10 film keren di 2020
Kumpulan sinopsis film dan review film
Lagu favorit rekomendasi 2020

Paurashpur adalah film dewasa. Didalamnya banyak adegan erotis. Tiap karakter kebagian melakukan adegan seks. Yang mengejutkannya adegan seks di Paurashpur tak hanya antara laki-laki dan wanita, bahkan berani memgambil adegan ranjang antara wanita dan wanita serta laki-laki dengan laki-laki.

Purashpur cukup seru, tegang, beberapa adegan sadis ditampilkan. Namun selain dari erotis dan sadis, tak ada yang lain di Paurashpur, skenario film ini lemah. Saya tak mengerti kenapa Meeravati menyerahkan perempuan-perempuan muda pada Raja, namun setelah disetubuhi dengan kasar, Meera meminta Boris untuk menculik dan menolong perempuan itu sebelum dihukum mati.

Lalu adegan pangeran Ranveer diculik, Namun pangeran Ranveer dikembalikan kembali lewat peti, terus diculik buat apa dong? Tapi ditengah kelemahan skenario, saya tetap enjoy aja sih menikmati Paurashpur. Ending film ini juga saya suka (walau sempat mikir.. kalau emang mereka sehebat itu kenapa gak dari awal aja melakukan pemberontakan).

Annu Kapoor aktingnya bagus sebagai Raja yang kejam, berhasil bikin kita benci sama dia, adegan saat dia menuangkan lelehan lilin panas ke badan perempuan kejam banget. Milind Soman sebagai Boris juga oke (laki-laki pemilik rumah bordir yang suka menolong perempuan-perempuan yang hendak dihukum mati dan menjadikan mereka pelacur dirumahnya), Shilpa Sinde lumayan lah.

Sahil Salathiya patut diberi ruang yang luas di perfilman India (perannya sebagai Bhanu yang mempesona, laki-laki biseks yang dicintai Pangeran Aditya dan Boris, sekaligus ratu Meeravati, cukup bagus). Yang lainnya lumayan lah.

Shaheer Sheikh hanya muncul dipertengahan dan ending film. Tapi paras sang Arjuna di Mahabharata ini cukup mencuri perhatian. Semoga di film keduanya nanti karakter Veer Singh yang diperankannya akan menjawab misteri di ending saat dia melindungi jasad ratu Nayantara. Bagi anda yang merasa dewasa silakan menonton Paurashpur. Tidak direkomendasikan untuk dibawah umur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.