Kisah TRAGIS Rajagopal, Pemilik Resto Internasional Dalam Merebut

Cerita menarik dari negara anak benua. Seorang pengusaha terkenal dari India, P. Rajagopal akhirnya meninggal dunia karena gagal merebut hati gadis impiannya. Cerita yang sungguh menyentuh sekaligus geram, pasalnya kisah pengusaha restoran mirip dengan film bollywood.

Seperti yang dikisahkan oleh media online lokal dari India, punjabikesari.in P. Rajagopal adalah cerita sukses dari seorang anak miskin yang karena kegigihannya berhasil memiliki restoran dengan puluhan cabang diberbagai negara. Total 80 cabang restoran makanan rasa India Selatan berada di negara Amerika Serikat, negara-negara Teluk, Eropa dan Australia. Hari ini, semua orang India yang tinggal di luar negeri menikmati makanan India Selatan Shravan Bhavan.

Mengapa berita ini menjadi terkenal tidak hanya di India Selatan melainkan juga di Indonesia, bahkan Dahlan Iskan sempat mengulasnya itu karena kisah sang pengusaha yang mirip dengan film bollywood.

Kisah Sukses Agni Rajagopal

Awal mula kisah sukses Agni Rajagopal, pendiri Sarva Bhavan. Seorang anak miskin bernama Pitchai Rajagopal dari Tamil Nadu yang tidak mampu melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Karena miskin, Rajagopal hanya bisa menamatkan sekolah dasar. Setelah tamat, dia merantau ke Madras, sekarang Chennai.

Saking gigihnya, anak ini bekerja mati-matian, apapun dikerjakannya. Bekerja serabutan, bekerja dari pagi hingga malam, kerja banting tulang hingga dewasa. Suatu hari dia ke peramal untuk menanyakan nasibnya, menanyakan masa depannya, menanyakan kesuksesannya. Pitchai Rajagopal yakin bahwa suatu hari dia akan sukses.

P. Rajagopal sangat percaya dengan ramalan. Percaya dengan dukun yang menunjukan jalan perubahan takdir hidupnya. Si dukun mengatakan bahwa nasib baiknya saat dia menjalankan sebuah usaha atau bisnis.

Trending :
Selain Agung Hercules, Ini seleb yang meninggal karena kanker
Artis Bollywood yang menikah 2x
Jenis jenis film di India, dari bollywood hingga tollywood dan wood wood lainnya

Usaha Pertama Pitchai Rajagopal

Pada 1981, ia membuka usaha pertamanya yaitu toko kelontong bernama Madras di Chennai. Menjalankan usaha suatu toko membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dari toko kecil hingga menjadi toko grosir Rajagopal merasa nasibnya tidak kunjung membaik.

Dia kembali ke dukun lagi, menanyakan nasibnya, menanyakan takdir usahanya mengapa tidak kunjung ada perubahan. Si dukun mengatakan bisnis yang dia buka itu salah.

“Yang cocok bidang apa Mbah ?” tanya Pitchai Rajagopal.
“Kamu cocoknya membuka usaha yang ada hubungannya dengan Agni” jawab si dukun.

Pitchai berpikir keras tentang usaha yang akan dia lakukan harus berkaitan dengan Agni, api atau nyalanya.

Rajagopal, Kisah Tragis Pengusaha Restoran Dunia yang gagal merebut hati gadis impiannya

Bisnis Baru Agni Rajagopal

Ide usaha yang kedua dipicu oleh teman-temannya secara tidak sengaja. Saat mencari makan pada siang hari, mereka harus menempuh sejauh 1 kilometer lebih. Pitchai Rajagopal berkesimpulan untuk membuka rumah makan disini, agar teman-temannya tidak terlalu jauh mencari restoran.

Bisnis kedua sebuah rumah makan dibuka dengan nama Kamachi Bhavan. Ia bekerja keras di restoran itu. Tekad Pitchai menyala-nyala, seperti agni pesan si dukun. Tapi sayangnya dia menuai kegagalan lagi.

Pitchai Rajagopal kembali ke dukunnya lagi. Menanyakan nasibnya, menanyakan takdir usaha rumah makannya mengapa tidak kunjung ada pembeli. Si dukun tersebut mengatakan bahwa nama yang dipilih P. Rajagopal salah.

Cikal Bakal, Sejarah Hotel Saravana Bhavan, Restoran Mewah Dunia

Rajagopal, Kisah Tragis Pengusaha Restoran Dunia yang gagal merebut hati gadis impiannya

Rajagopal mengganti nama rumah makannya menjadi Shravan Bhavan. Tidak hanya itu dia juga mengganti menu makanannya. Bernasib baik, restorannya tumbuh dan berkembang.

P. Rajagopal mengembangkan manajemen keuangan yang baru sesuai dengan kultur India Selatan miliknya dimana semua karyawan tidak memanggilnya bos melainkan dengan sebutan annachi – lauda, kakak sulung.

Sebagai kakak sulung, dia juga keras kepada karyawannya yang dianggap sebagai adik. Hukuman bagi karyawan malas, telat, bandel dilakukan hingga jera. Dia juga menyediakan mess bagi karyawannya yang karyawan menyebutnya sebagai hotel. Inilah cikal bakal, sejarah nama Hotel Saravana Bhavan yang terkenal di dunia.

Melihat keberhasilan Saravana Bhavan di Chennai, P Rajagopal membuka cabang-cabang Saravana Bhavan dari Leicester Square di Lexington Avenue. Perlahan lahan popularitas Saravana Bhavan meningkat dan menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat India Selatan.

Cinta Yang Tulus Atau Nafsu Keserakahan

Rajagopal, Kisah Tragis Pengusaha Restoran Dunia yang gagal merebut hati gadis impiannya

Berkembangnya Hotel Saravana Bhavan seiring dengan berkembangnya istri Pitchai. Dia ternyata menikah lagi, sesuai dengan nasihat si dukun. Di usia 45 tahun, istri Pitchai masih dua.

pada tahun 2000 perusahaan mengadakan acara yang mewah dan meriah. Seorang asisten manajer membawa sang gadis manis bernama Jeeva Jyothi. Disitulah hati Pitchai Rajagopal bergejolak. Usianya memang sudah 47 tahun, uang sudah datang dengan sendirinya. Pikirnya, mendapatkan gadis cantik itu tidaklah sulit. Menjadikan Jeeva sebagai istri ketiga.

Lalu dia berkonsultasi dengan si dukun. Dan si dukun menyetujui karena bisa membesarkan bisnisnya. Setelah melakukan pendekatan secara personal, tibalah waktunya Pitchai Rajagopal bertandang ke rumah gadis tersebut. Tapi nasibnya tidak baik karena Jeeva menolaknya karena telah memiliki kekasih.

Pitchai Rajagopal mengutus bawahannya untuk menyelidiki kekasih Jeeva. Rupanya guru les matematika adik laki-lakinya bernama Santhakumar adalah kekasih Jeeva Jyothi.

Awalnya seminggu dua kali Kumar datang untuk mengajari adik Jeeva, namun lama lama tiap hari datang bukan untuk adiknya, melainkan untuk Jeeva. Mendengar hal ini mendidihlah hati Pitchai. Mendidihnya orang kaya, atasan, orang yang lagi gila cinta atau nafsu.

Malapetaka dua insan

Berbagai cara untuk merebut hati Jeeva dilakukan Pitchai Rajagopal. Mulai cara halus, memberikan hadiah, perhiasan namun tidak berhasil. Akhirnya Rajagopal menemui dukunnya, meminta bantuan. Berbagai upaya perdukunan tidak membuat gadis itu bertekuk lutut. Dua cara tidak berhasil akhirnya cara ketiga, kekerasan dan ancaman dialncarkan. Namun juga gagal.

Cinta Jeeva terhadap Kumar semakin erat. Semakin keduanya dipisah, semakin kuat pula cinta mereka. Jeeva akhirnya nekat kawin lari. Jauh dari Chennai. Berita ini menggemparkan keluarga, tetangga, juga Pitchai Rajagopal.

Setelah berhari hari Jeeva lari dari orang tuanya, dia rindu ibunya. Tangisnya membuncah kala sang anak mendengar suara ibunya melalui telpon. Ibunya merayu keduanya untuk pulang, akan disediakan pondokan untuk berdua. Namun tidak semudah itu dalam mengarungi samudra hidup. Jeeva berjanji pulang ketika ibunya bersedia memberikan modal untuk Kumar membuka usahanya sendiri.

Menikah dan Maut yang menjemput

Jeeva dan Kumar akhirnya pulang, pernikahan dan uang sebagai modal usaha telah didapat. Mengetahui mereka menikah, Pitchai Rajagopal tidak sedih, justru bahagia karena ada uang sebagai modal usaha darinya telah diberikan kepada orang tua Jeeva.

Rencana licik Pitchai Rajagopal untuk mendekati Jeeva adalah musuh dalam selimut. Berpura pura baik yang kemudian membuat Jeeva memegang status janda. Siapa yang bersedia menikahi Jeeva ketika janda jika bukan Pitchai Rajagopal sendiri ?

Rencana jahat Pitchai Rajagopal

Jeeva jatuh sakit dan diopname. Pitchai sendiri yang mengatur dimana dia harus dirawat. Seorang dokter suruhan Pitchai Rajagopal meminta Kumar melakukan tes HIV/ AIDS. Kumar menolak melakukan tes, karena dia pikir dirinya tidak membuat Jeeva sakit.

Rajagopal tidak tahan lagi. Ia tugaskan Daniel, staf kepercayaannya untuk membunuh Kumar dengan imbalan yang sangat besar. Daniel membawa Kumar ke luar kota. Jauh. Lebih 600 km. Daniel mengemukakan apa yang akan terjadi kepada Kumar.

“Maukah Kamu pergi jauh? Jangan pernah kembali? Daripada Kamu saya bunuh?“, ujar Daniel. Kumar pun akhirnya menyanggupi.  
“Pergilah ke Mumbai,” pinta Daniel. Sambil memberikan uang 3 lakh kurang sedikit kepada Kumar. Itu sekitar Rp 50 juta.

Jeeva tidak berhenti menangis mendengar suaminya pergi. Tiba-tiba ada telepon. untuk Jeeva dari Kumar. Diceritakanlah dimana, mengapa dia bisa berada sekarang ini. Bagaimana Daniel ditugaskan untuk membunuhnya. Dan ia memilih pergi.  

Jeeva memberi jalan keluar kepada suaminya agar pulang dan balik mengancam Pitchai Rajagopal agar berhenti mengejar dirinya untuk dijadikan istri ketiga dan melaporkannya ke polisi. Pitchai Rajagopal kaget bagai disambar petir.

Akhir Cerita Tragis Hidup Owner Saravana Bhavan

Pitchai Rajagopal meninggal dunia di New Delhi pada 19 Juli 2019 . Ia telah menyerah di pengadilan Mahkamah Agung untuk menjalani hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan Kumar, suami Jeeva.

Berbagai banding telah dilakukan dari pengadilan tingkat rendah hingga kasasi di Mahkamah Agung. Rajagopal diputuskan bersalah atas kematian Kumar, suami Jeeva.

Selama 15 tahun sejak ditemukannya mayat Kumar di hutan di pegunungan yang jauh dari tempat tinggalnya di Chennai. Selama itu pula Jeeva terus berkeyakinan bahwa Rajagopal adalah pembunuhnya.

Melapor ke polisi, banding di pengadilan selama itulah akhirnya Jeeva lega, melihat Rajagopal meninggal karena serangan jantung saat ambulan membawanya menuju rumah sakit.

Sungguh tragis benar nasib pengusaha ini, mirip film bollywood ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.