Review & Sinopsis Film Jalebi Cinta Baper, Tragis Yang Tak Masuk Akal

Cinta memanglah sesuatu yang sulit untuk dimengerti bagi sebagian orang. Namun bagi sebagian lainnya cinta adalah hal yang mudah untuk diselami maknanya, diterapkan dan didapatkan. Kisah cinta dalam film Jalebi sangatlah unik dan tidak masuk akal. Apakah kamu mencintaiku ?

Film bollywood Jalebi (2018) adalah film heboh bagi penggemar film India di Indonesia. Dongeng kisah cinta di film ini sesuai dengan lagu baper bahwa cinta tidak harus memiliki. Dalam artikel ini terdapat :

Review, Ulasan Film Jalebi (2018)

Jalebi : The Everlasting of Love, sesuai dengan tagline-nya menggambarkan bahwa cinta memang tidak harus memiliki. Dan hal yang seperti itu (quote, kejadian, dongeng tersebut) nyata dan pernah dialami oleh sebagian orang.

Pushpdeep Bhardwaj selaku sutradara menggulirkan cerita alur mundur romantis yang manis seperti jalebi (makanan khas India-dari tepung yang dilumuri gula). Selain itu romantika percintaan dalam film ini menyimpan setumpuk relevansi dengan dunia nyata, bahwa kita pernah jatuh cinta dengan sosok orang kita cintai dan kemudian terpuruk sejadi-jadinya kala semuanya tak berpihak kepada kita.

Setelah menonton film Jalebi ada sebuah pencerahan terkait perasaan. Bagi mereka yang pernah mencinta dan dicintai, pernah memiliki dan dimiliki, dan kini semuanya tak berjalan sesuai kenyataan tentunya akan memiliki rasa sakit di dalam hati, yang obatnya adalah hati dan pikiran kita sendiri.

Pertemuan harus diakhiri dengan perpisahan. Dari sini kita belajar bahwa mengikhlaskan dan menerima adalah suatu jalan menuju kebahagiaan.

Konklusinya sendiri terlalu singkat demi melunasi setumpuk permasalahan apakah kamu mencintaiku. Memang sebuah penggampangan dari jawaban yang tak seharusnya terjadi, namun bisa dimahfumi karena hal tersebut berkat keputusan dan penerimaan yang dewasa.

Semua masalah bisa diselesaikan secara baik-baik, itu pun yang dipilih sang sutradara dalam menjawa Apakah Kamu Mencintaiku.

Film bollywood Jalebi ini bagus apa jelek

Bagus dan jeleknya film bollywood tergantung dari penonton. Tapi Kita sepakatkan dulu bahwa bollywood sering menyajikan dinamika cinta romantis dua atau tiga orang dan itu sering membuat kita baper terus menerus. Dan Jalebi adalah salah satunya.

Berdurasi 112 menit kita tidak bisa mengomentari bahwa film Jalebi terlalu pendek, nyatanya sang sutradara memberikan keputusan terbaik di akhir filmnya. Sebuah jawaban dari pertanyaan Apakah Kamu Mencintaiku.

Sebanyak 93% penggunga google menyukai film ini. Situs imdb memberikan rating 6.3/10. Dan kebanyakan reviewer dan kritikus memberikan penilaian film ini secara rata-rata. Ini artinya film ini layak ditonton usia 16 tahun ke atas.

Trending :
Rekor Salman Keren, 14 Film Sukses berturut turut, Srk, Aamir Kalah
Film Laris di India, Avenger Paling Di Minati
Film yang untungnya Paling Banyak
Srk Mundur dari Bollywood
Baca Review & Sinopsis Film Lainnya 

Sinopsis film India Jalebi (2018) yang Lengkap

Plot pertama film ini adalah bermula kepada Aisha Pradhan (Rhea Chakraborty) seorang penulis yang dilanda depresi gagal menikah ketiga kali karena masih mencintai kekasih sekaligus suami pertamanya, Dev (Varun Mitra).

Kepada ayahnya Aisha mengaku tidak pernah bisa melupakan Dev dan ingin diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Delhi. Ayahnya bertanya kepada putrinya apakah Aisha ingin naik pesawat namun ternyata dari Mumbai ke Delhi, Aisha lebih memilih pergi naik kereta api eksekutif.

Di dalam kereta Aisha bertemu dengan seorang wanita bernama Anu (Digangana Suryavanshi) bersama sang puteri, Pulti (Aanya Dureja) yang tengah sibuk mencari tahu kapan penumpang keempat ini akan naik.

Rasa Aisha Sakit Pertama Kali

Rasa kaget pula sakit yang tak tertahan menyambangi hati Aisha setelah mengetahui bahwa rumah Anu adalah di Delhi, Old Delhi, rumah yang ternyata adalah milik kekasihnya, Dev.

Disinilah kemudian terjadi flashback bagaimana Aisha bertemu dengan Dev yang sebagai pemandu wisata dan ternyata rumah Dev adalah salah satu cagar budaya yang sering dijadikan jujukan pemandu lainnya.

Aisha adalah seorang gadis muda energik, bebas, berani dan mandiri. Dalam tur rombongan yang diikutinya menjadikan Aisha jatuh cinta kepada Dev. Di hari esoknya Aisha memesan Dev sebagai pemandu pribadi yang kemudian mengarah kepada percintaan remaja.

Perbedaan mencolok sangat kontras dimiliki keduanya. Namun, bukanlah sebuah masalah bagi mereka yang sedang dimabuk asmara. Ayesha melamar Dev dan tidak butuh waktu lama untuk mengadakan upacara pernikahan.

Cinta itu tidak selamanya Indah

Jurang kultural yang berbeda membuat ibu Dev (Pravina Deshpande) sedikit kurang menerima Aisha sebagai menantunya. Perbedaan pemikiran Aisha yang berlatar belakang modern dengan Dev berasal dari keluarga lama memang tidak terlalu digambarkan di film ini.

Kabar gembira datang kala Dev akan segera menjadi seorang ayah namun perasaan itu berbeda dengan Aisha. Aisha yang merasa jika memiliki anak akan mengekang hidupnya diyakinkan oleh Dev bahwa perjalanan rumah tangga yang mereka lalui akan baik baik saja. Dan setiap orang tua bebas menentukan karir mereka sendiri meskipun telah memiliki anak.

Dan memang ketika Aisha merasa “stress” karena hamil, merasa sedih karena keguguran, merasa bahwa semua daerah di situ memojokkan dirinya, merasa bahwa Dev adalah milik Ibunya disitulah Aisha merasa bahwa pernikahan bukanlah untuknya.

Pertemuan yang Menyakitkan

Di dalam kereta api Aisha yang percaya bahwa Anu adalah milik Dev mulai menyingkirkan harapan bahwa memang Dev tidak mencintainya. Tapi berada satu kamar dengan istri dan putrinya Dev membuat Aisha sering keluar dari kamar untuk menangis.

Aisha masuk kembali menuju kabin kamarnya. Dari belakang ada seorang pria berjalan membawa kue ulang tahun dan itu adalah Dev. Ada bagian interval yang disajikan oleh sutradara. Dimana Aisha berteriak kepada Dev, melempar kue ulang tahun tersebut dan hendak bunuh diri.

Interval berhenti karena itu adalah adegan bayangan Aisha. Pertemuan ini sungguh menyakitkan, bertemu dengan mantan kekasih bersama istri dan anaknya.

Dia telah tahu hubungan kita

Campur aduk perasaan Aisha dan Dev berada di dalam satu kamar. Tapi itu tidak mengubah kebiasaan masing masing. Setelah 7 tahun berpisah, bagaimana kebiasaan Dev mengambilkan sandal Aisha, kebiasaan Aisha bagaimana menyembuhkan cegukan Dev.

Seperti itulah yang kemudian membuat Anu percaya bahwa mereka berdua saling memiliki ikatan di masa lalu. Apalagi Anu menjelaskan pertemuan dengan Dev adalah hal yang membahagiakan meski saat itu Pulti telah lahir. Sebelum menikah Dev meminta syarat bahwa Pulti harus dipanggil Disha.

Flashback kembali lagi saat Ibu Dev menginginkan pernikahan anaknya berakhir bahagia. Bersama Dev dan adiknya, keluarga itu mengunjungi Aisha di Mumbai, rumahnya.

Ayah Aisha tidak bisa mengambil keputusan tentang pernikahan putrinya lalu Ibu Dev menyarankan agar pasangan tersebut berlibur ke suatu tempat dan dipilihlah Kashmir. Tapi sayang disinilah awal mula depresinya Aisha karena Dev tidak datang memenuhi janji untuk memperbaiki pernikahan ini. Kalung pemberian Dev dibuang Aisha ke sungai.

Akhir cerita film Jalebi

Sesampainya di stasiun Delhi disaat semua orang bersiap turun, Aisha yang menuju kamarnya tertahan saat berpapasan dengan Anu. Anu berterima kasih kepada Aisha telah memberikan Dev. Dan menginginkan agar Aisha berkunjung ke rumah mereka.

Dibagian ini ada jawaban dari pertanyaan yang belum disampaikan keduanya. Apakah kamu mencintaiku ? Dan pertanyaan dari Aisha ini dijawab oleh Dev dengan perasaan bahagia. Cintaku kepadamu lebih besar.

Meski keduanya saling mencintai, karena kedewasaan mereka mengakui bahwa cinta tidak harus memiliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.