REVIEW ; Sinopsis SHERSHAAH, Film India bertema Perang
REVIEW ; Sinopsis SHERSHAAH, Film India bertema Perang

Satu lagi film India tentang perang-perangan. Shershaah memiliki arti Raja Singa (Lion King) yang merupakan film biografi dari Kapten Vikram Batra. Film India ini disutradarai oleh Vishnuvardhan dalam debut Bollywood-nya dan naskah ditulis oleh Sandeep Shrivastava.

Produser film ini tak tanggung-tanggung, ada nama besar Karan Johar di sini. Ada juga Hiroo Yash Johar, Apoorva Mehta, Shabbir Boxwala, Ajay Shah, Himanshu Gandhi. Jika kalian melihat gosip lama antara Karan Johar dan aktor yang dilambungkan namanya yaitu Siddarth Malhotra, yes Lupakan gosip itu karena film bollywood ini menjadi rekomendasi film perang-perangan yang keren untuk ditonton. Baca berikut Ulasan, review, sinopsis film Shershaah

Sinopsis film bollywood Shershaah

Kisah Tentara India di Perbukitan begitulah yang tergambar dalam poster film Shershaah. Awal film kita akan diperlihatkan megahnya gunung di India, membuat mata takjub dan mulutpun berujar “Karan Johar emang duitnya banyak, selalu mahal kalau bikin film”. Sekelompok pasukan yang dipimpin Vikram Bhatra (Shiddarth Malhotra) menyerang. Vikram melemparkan granat dan.. bola terlempar jauh.. kembali kemasa kecil Vikram yang bermain dengan kembarannya.

Tak ada yang istimewa dari masa kecilnya, hanya ada cuplikan dari kecil sudah menyenangi tentara dan upacara pun menggunakan baju tentara, beda sendiri dengan murid lain. Masa kuliah mulai menarik saat Vikram jatuh cinta pada Dimple (Kiara Advani). Namun karena mereka berbeda agama ayah Dimple tak setuju. Tetapi Vikram tidak mudah menyerah begitu saja.. Dia berpikir akan membuat semua orang bangga padanya, termasuk ayah Dimple. Dengan cara apa? Vikram mendaftar ke militer untuk menjadi tentara. Lalu berhasilkan Vikram sebagai tentara? Luluhkah ayah Dimple pada perjuangannya dan mengijinkan putrinya menikahi Vikram?

Baca juga : Film Gangsternya John Abraham, Mumbai Saga yang Sangar

Review Shershaah

Ya cerita Shershaah memang sesederhana itu, skenarionya lemah, tak ada konflik hebat yang bisa bikin penonton terpacu adrenalin meski ini film perang. Durasi 2 jam lebih terlalu lama untuk cerita film sesederhana ini. Adegan berulang-ulang di bukit tanpa adanya siasat perang yang cerdas, ini lama-lama membosankan.

Bayangkan bahwa film India ini berisi 80% adegan lari-lari di bukit, tembak-tembakan dar der dor, aktor-aktor unknown tertembak, sampai akhirnya Vikram Batra pun ketembak, mati, filmnya udahan gitu -_-‘.

Yang lebih kacaunya lagi apa iya tentara-tentara sesembrono itu melawan musuh. Lari-lari di area terbuka saat rudal-rudal musuh menghujani, mau lempar granat aja lari dulu ke lapangan terbuka (kalau asli kaya gini, sebelum tuh granat dilempar udah ketembak duluan yang bawa granatnya). Untungnya si pahlawan lari ditembakin ratusan peluru juga gak kena-kena (bukan karena punya ilmu kebal tubuh. Tapi karena durasi film belum 2 jam. Udah 2 jam mah kena kok pahlawannya ketembak).

Baca juga : Pemberontakan Desa kepada pemerintah, Sinopsis Film Karnan

Seorang diri masuk ke benteng musuh 5 orang yg bersenjata, tapi lima-limanya kalah dan mati (ini film bioghraphi kan? Apa iya sejarahnya film Shershaah seperti ini? Mudah-mudahan pada bagian ini adalah fiksi rekaan sutradara). Yang udah nonton film perang India “URI” jauh lebih bagus URI, di URI kita dibawa tegang dengan strategi perang dimana pasukan yang lebih sedikit harus bisa lolos dari pasukan banyak dan bisa menggapai bantuan helikopter, strategi cerdas yang bikin mata melek mantenginnya.

Di Shershah sama sekali tiada ada adu strategi-strategi perang yang cerdas. Gitu-gitu doang aja. Satu-satunya penyelamat film ini adalah Kiara Advani, aktingnya natural, adegan sedihnya bikin baper. Coba lihat adegan saat Kiara melepas kepergian Shid di stasiun diiringi lagu Kabhi Tumhe Yaad Meri Aaye, ini bisa jadi adegan favorit penikmat film India. Atau sewaktu Kiara menerima telpon dari Shid, tatapan matanya pada sang ayah itu berbicara, dan di akhir film kemunculannya lah yang bikin suasana emosional yang bikin merinding pilu. Congratulation buat Kiara yang aktingnya makin bagus.

Shiddarth Malhotra masih juga sama nggak bagus-bagus banget sih, standar (berhasil standar, tidak turun kualitasnya). Apalagi perannya saat menjadi mahasiswa yang hanya mengandalkan rambut gondrong tanpa memiliki gestur tubuh layaknya remaja, bandingkan dengan kiara yg tanpa mengganti model rambut tapi sikapnya emang layaknya mahasiswi yang tidak sedewasa di adegan stasiun. Tapi di adegan-adegan Shidarth teriak di bukit Dia sungguh bagus.

Akting Shiddarth mulai naik level lah, walau masih lebih suka bagus di Ittefaq. Jika Kamu mencari film perang yang mendebarkan, Shershaah tidak memiliki itu, bahkan baku hantamnya pun tidak menajamkan mata kita. Namun, jika Kamu mencari film perang yang romantis, Shershaah sangat direkomendasikan buat anda. Kami memberikan rating 6/10 pada film bollywood ini. Bagaimana dengan Kamu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.