Seniman Irlandia mundur dari festival Latitude karena keterkaitan sponsor dengan militer Israel.

Seniman Irlandia Pillow Queens dan CMAT telah menjadi act pertama yang menarik diri dari festival Latitude musim panas ini, karena sponsor Barclays berinvestasi di perusahaan yang menyuplai senjata dan teknologi militer ke Israel.

Dalam pernyataan di Instagram minggu lalu, Pillow Queens mengungkapkan bahwa mereka menarik diri dari penampilan mereka di festival bulan Juli sebagai protes atas pilihan sponsor festival tersebut. Kuartet Dublin tersebut menyatakan:

“Latitude – sebuah festival di Inggris tempat kami dijadwalkan tampil di bulan Juli – menyebutkan mitranya sebagai Barclays. Laporan Mei 2024 oleh Palestine Solidarity Campaign (PSC) menguraikan hubungan keuangan Barclays dengan perusahaan yang memproduksi senjata dan teknologi militer yang digunakan dalam serangan Israel terhadap rakyat Palestina. PSC mengimbau orang untuk boykot semua layanan Barclays sampai bank tersebut mengakhiri keterlibatannya dalam serangan Israel terhadap Palestina.

Sebagai band, kami percaya bahwa ruang artistik harus bisa ada tanpa didanai oleh investor yang tidak bermoral.

Itulah alasan kami menarik diri dari Latitude Festival.

Saoirse don Phalaist√≠n.” (Kebebasan untuk Palestina).

Sekarang seniman Irlandia lainnya, CMAT, mengumumkan niatnya untuk memboikot festival juga.

“Anda mungkin atau mungkin tidak menyadari,” tulisnya di Instagram, “tapi sponsor utama Latitude adalah bank Barclays, yang terbukti telah meningkatkan pembiayaannya ke berbagai perusahaan yang menyuplai senjata dan teknologi militer ke Israel. Secara khusus, bank tersebut telah menginvestasikan lebih dari ¬£100 juta ke General Dynamics yang menyediakan sistem senjata untuk pesawat tempur yang digunakan oleh Israel untuk membombardir Gaza.”

Pernyataan penyanyi/penulis lagu tersebut menyatakan bahwa “dengan semua liputan mengenai seniman-seniman berani yang menarik diri dari festival The Great Escape atas alasan yang sama, seharusnya Latitude memutus hubungan dengan Barclays, atau mencari sponsor lain.” Namun, menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi.

“Aku tidak akan membiarkan karya-karya berharga ku, musikku, yang begitu kucintai, terlibat dalam kekerasan,” lanjutnya. “Aku, beserta seluruh kru tur CMAT yang begitu kukasihi, menolak untuk menjadi bagian dari genosida.”

“Biarkan saya jelaskan. Genosida terjadi di Palestina sekarang. Yang bisa aku lakukan sebagai warga adalah ikut dalam sebanyak mungkin demonstrasi dan mencoba mengikuti daftar boikot BDS sebaik mungkin. Hal ini termasuk dalam tindakan tersebut. Aku harap sebanyak mungkin dari kalian yang membaca ini akan memilih menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina dengan cara apapun yang kalian bisa.”

Tautan sponsor festival dengan perusahaan yang menyuplai militer Israel dalam perang mereka melawan rakyat Palestina juga mengarahkan seniman-seniman Irlandia memimpin boikot festival SXSW pada bulan Maret.