review film shikara dan sinopsis shikara

Ada yang unik dari film India Shikara. Populernya film ini lebih dianggap kontroversinya tentang pengangkatan kisah romantis daripada kisah nyata tentang kejadian exodus orang hindu di daratan Kashmir.

Film ini diproduksi sang sutradara sendiri di bawah label perusahaannya dan memberikan wewenang kepada Fox Star Studios untuk memasarkannya. Trailer-nya sendiri resmi tayang pada 7 Januari 2020 dan cuplikan yang kedua 20 hari setelahnya yaitu pada 27 Januari. Berikut adalah sinopsis dan review Film India Shikara

Sinopsis Film India Shikara

Film diawali dengan tangan Shiv (Aadil khan) mengetik surat untuk Presiden Amerika, kita semua tahu markas besar PBB yang selalu menggemakan perdamaian dunia berada di New York Amerika Serikat. Selama kurun waktu 30 tahun ini adalah suratnya yang ke 1665.

Meski surat-suratnya tak pernah mendapat balasan. Tapi Shiv tetap mengetik berharap ada titik cerah dalam hidupnya. Tak disangka kali ini suratnya dibalas oleh Presiden. Merekapun dari Srinagar menuju kota, kisah yang ditulis Shiv membuatnya dihormati orang-orang. Dan inilah kesempatan Shiv memperlihatkan Taj mahal pada istrinya Shanti, dimana Shanti punya mimpi untuk bisa melihat Taj Mahal.

Terwujudkah mimpi Shanti ditengah konflik Kashmir diperbatasan?

Film pun mundur ke kisah 30 tahun yang lalu. Shiv dan Shanti bertemu di sebuah lokasi film, keduanya diminta menjadi cameo dadakan. Syuting sehari itu membuatnya jatuh cinta. Shiv akhirnya menikahi Shanti dan mereka hidup bahagia. Shiv berprofesi sebagai guru dan juga peladang apel (disini sang sutradara mengekspos ladang apel dengan sangat menawan). Shiv sudah menyiapkan sebuah rumah untuk tempat tinggal dia dan istrinya. Rumah itu diberi nama Shikara. Lagi-lagi Vidhu Vinod Chopra sebagai sutradara memperlihatkan bulan madu antara Shiv dan Shanti yang menawan di sebuah perahu.

Kebahagiaan mereka terenggut. Terjadi pemberontakan dari para gerilyawan yang ingin menjadikan Kashmir sebagai negara merdeka. Mereka yang masih setuju Kashmir tetap menjadi bagian dari negara India pun dibunuh. Shiv dan Shanti ingin bertahan untuk tetap tinggal di rumah Shikara. Namun itu tak mungkin. Kerabat dan saudara mereka telah mati terbunuh. Puncaknya adalah Dokter (Priyanshu Chaterje) yang selalu mendukung mereka dibunuh ditempat umum.

Demi keamanan Shiv dan Shanti pun ikut mengungsi bersama penduduk lain ke Srinagar. Di tenda pengungsian inilah keduanya bertahan hidup selama bertahun-tahun. Mencoba bahagia ditengah kondisi yang memprihatinkan. Mimpi keduanya adalah ingin kembali ke rumah Shikara. Bertahun-tahun mereka merindukan tanah kelahirannya Kashmir. Akankah keduanya bisa kembali ke Shikara?

Review Film Shikara

Aadil khan sebagai Shiv dan Sadia sebagai Shanti terlihat seperti bukan aktor dan aktris baru yang memulai debutnya. Mereka piawai mengucap dialog yang apik dan pas dengan ekspresi wajah mereka. Keduanya berhasil mengajak penonton masuk ke dalam karakter yang mereka mainkan.

Priyanshu Chaterji sebagai dokter tampil bagus dan berwibawa dengan kumisnya, cukup lama tak melihat dia di layar.

Sang sutradara, Vidhu Vinod Chopra memang tidak menembak Shikara ditempat-tempat mahal dan megah. Tapi berkat kepiawaiannya dia mampu menghasilkan gambar-gambar yang terlihat mahal, natural, unik, langka. Vidhu Vinod Chopra juga berhasil meledakkan emosi di beberapa adegan yang akhirnya mampu membuat airmata menetes, bahkan dari melihat bangunan dan danaupun emosi kita bisa terbawa sedih.

Ditambah lagi balutan musik dari A.R.Rahman yang sudah mendunia dan melegenda membuat setiap adegan seolah memiliki nyawa. Mar Jayein Hum adalah lagu yang melantun lama di telinga anda. Bagus lagunya. Selanjutnya ada Ghar Bhara Sa Lage yang cukup ear catching dan renyah ditelinga.

Shikara lebih bertutur tentang kisah cinta daripada gambaran menyesakkan dari kejadian sebenarnya bagaimana kisah penduduk Kashmir pada tahun tersebut.

Shahid Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.