uday chopra

Kebebasan berekpresi adalah kebebasan setiap hak warga negara di dunia. Tidak hanya di Indonesia, di India pun setiap kebebasan memiliki batasan tersendiri. Apalagi sebagai publik figure, tidak semua ekspresi dan pendapat kita bisa utarakan secara langsung. Itulah apa yang dialami oleh Udah Chopra terkait kicauannya tentang ganja.

Uday Chopra, saudara ipar Rani Mukerji, pada hari Kamis berkomentar mengenai Mariyuana yang seharusnya dilegalkan oleh pemerintah India. Mariyuana atau ganja adalah tanaman berjenis psikotropika yang jika dikonsumsi bisa mengakibatkan euforia hebat berkepanjangan tanpa sebab. Cek kicauan Uday di bawah ini :

 

Uday Chopra berpendapat bahwa ganja atau mariyuana sebaikany diperbolehkan ditanam atau dikonsumsi dengan kata lain dilegalkan penggunaannya di India berdasarakan budaya. Selain untuk menambah pundi pundi pendapatan negara, dan bisa jadi karena ini legal maka tingkat kriminalitas akan berkurang. Selain itu ganja atau mariyuana bisa digunakan sebagai obat.

Sebagai publik figur tentu tidak semua mengerti akan hal ini (undang undang psikotropika) termasuk Uday sendiri. Sungguh tidak wajar jika dan terasa aneh jika Uday Chopra memberikan pendapat seperti ini karena bisa jadi Uday adalah konsumen benda tersebut (psikotropika). Namun Uday Chopra membantah bahwa dia nge-drug.

 

Polisi Mumbai bereaksi atas kicauan yang menurut saya tidak pantas. Polisi Mumbai pasti tahu bagaimana cara memberikan saran dan perhatian yang tegas dengan kicauan yang beredar di dunia maya. Postingan yang hoax, dapat menakut-nakuti dan menghibur Anda pada saat yang bersamaan. Dan begini reaksi polisi Mumbai atas postingan Uday Chopra.

 


Tuan, sebagai warga negara India, Anda memiliki hak istimewa untuk mengekspresikan pandangan Anda pada platform publik. Berhati-hatilah, seperti sekarang, mengkonsumsi, memiliki dan mengangkut ganja, mengundang hukuman yang keras sesuai ketentuan Undang-undang Narkotika dan Psikotropika Zaman, 1985 – ##BANG!!! Kena kau Uday##

Memang kita seharusnya berhati hati dalam berpendapat maupun berkespresi. Tirulah bagaimana Salman Khan dalam bergaya di twitter menggunakan hinglish atau gaya blak blak an konyol ala Arjun Kapoor atau filsuf ala Shahrukh Khan. Klik disini lebih lanjut.

Apakah menurutmu kita harus mendapat batasan dalam berkespresi atau menyampaikan pendapat ?

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.